Kenapa banyak game didowngrade saat rilis?

Kali ini gw gk akan bahas tentang game atau review atau bikin gameplay tapi topik kali ini, adalah menjaga tingkat hype yang dimiliki kalian para gamer, agar tidak terlalu terbuai dengan “janji-janji” gameplay di E3. Disini gw akan ngebahas sebuah isu yang sering muncul di unfilling gameplay di E3, yaitu produk atau cuplikan gameplay yang ditampilkan di E3 gk sesuai dengan game yang akan rilis, topik ini dibuat karena E3 masih hangat dan baru muncul beberapa saat lalu.

Nah, yang kalian lihat ini adalah gameplay perbandingan E3 dan produk asli witcher lll. Dalam kasus ini kita bisa lihat dengan jelas perbedannya, kali ini gw akan bahas dari developer favorit gw sendiri, tapi gw gk akan jelaskan kenapa mereka melakukan downgrade, gw akan bahas dari perspektif lain, dan gw juga akan kutip juga beberapa pernyataan dari co-foundernya city project, jadi yang kalian lihat diatas adalah perbandingan saat E3 dan game akhirnya, yang seperti diketahui juga city project adalah salah satu developer yang paling jujur dan gk anti konsumen dan secara kesuluruhan adalah developer yang peduli dengan karya mereka. Yang jadi pertanyaan adalah “kenapa sih mereka mendowngrade the witcher lll?” jika semua yang gw katakan tadi bener,

jadi sesaat setelah rilis mereka tidak mengakui kalau game mereka didowngrade, tapi setelah semakin banyak yang menanyakan , dan memberikan bukti bahwa “ini loh, disaat, E3 dan game yang kita mainkan beda” setelah itu co-foundernya menyatakan bahwa “his not fell good” dia gk merasa nyaman dengan keputusan dia untuk mendowngrade itu dan dia juga menambahkan bahwa, jika console gaming tidak mengambil peran atau tidak ikut campur dalam pembuatan the witcher lll, maka the witcher lll sendiri tidak akan tercipta, nah saat itu the witcher lll adalah pc excusive hal ini dalam witcher pertama pun dinyatakan pc excusive, dan ini salah satu poin penting mereka, dimana mereka anti system secure-room , jadi mereka gk melakukan posisi melindungi gamenya supaya gamenya gk bisa dibajak, jadi menurut mereka adalah , posisi yang mereka ambil adalah bahwa kalau game itu bagus maka game itu akan laku dan game itu akan sukses.

Jadi mereka gk peduli bahwa disitu banyak “pirate” bahwa kita turut membajak segala macem, mereka gk peduli, dan game itu dinilai dari penjualannya karena memang game itu bagus dan patut dibeli orang akan mengeluarkan uang untuk membeli game itu, jadi posisi yang mereka tangkap bahwa witcher lll ini adalah game yang , memang sebelum sebelumnya bagus , witcher l witcher ll itu best selling mereka, dan kali ini the witcher lll dikeluarkan dan mereka dalam posisi yang sama, tidak ada DLC dan developer paling jujurlah menurut gw, dan pada saat itu console ini tertarik karena melihat posisinya di E3 , jadi console atau platform ini mengajak untuk membuat the witcher lll menjadi game multi platform, dengan kerja sama tersebut city project mendapat bantuan dana, development dan tenaga kerja yang banyak.

Dan hal tersebut membantu banyak city project untuk menyelesaikan gamenya, seperti yang kalian tahu pembuatan game itu memakan waktu yang banyak memakan waktu yang lama, dan memakan waktu yang lama ini membutuhkan gaji-gaji juga untuk para karyawannya, jadi mereka gk akan bisa, cukup uangnya untuk membangun gamenya jika mereka tidak mengambil pilihan untuk bekerja sama dengan multi platform, nah dengan kerja sama dengan multi platform ini menjadi win solution, kita semua bisa membeli gamenya di seluruh platform gaming juga, bahwa semua gamer secara rata bisa memainkan gamenya, dan bisa dinikmati segala golongan gaming bukan Cuma pc.



Nah jadi pada dasarnya gameplay di E3 , adalah suatu konsep suatu showreal dan alasan didowngradenya adalah karena gaming console tertarik memiliki game ini di console mereka, intinya adalah bahwa game tersebut harus bisa berjalan juga di console, seperti yang kalian tahu juga, kemampuan console dan pc itu tertinggal jauh, jadi pc harus terkena imbas downgrade agar bisa menyamai console, pertanyaan yang sering ditanyatakan adalah “kenapa sih mereka gk buat spek untuk pc dan console dan dibedakan” , nah seperti yang gw katakan tadi development itu membutuhkan waktu yang lama , yang dibutuhkan itu skill yang tinggi , dibutuhkan programmer yang handal, nah berartikan budget mereka akan naik untuk membangun 2 engine yang berbeda untuk pc dan console.

Kedua console itu tidak mau game mereka terlihat berbeda jauh dengan lawannya atau platform lainnya, karena dengan begitu, keliatan kalau platform tersebut lemah, setting xbox dengan ps, mereka terus-terussan beradu masalah setting mereka, “manasih yang paling bagus? Manasih yang paling secara grafik secara performa”, nah platform gaming ini inginnya semua gamenya di semua platform itu berjalan dengan stabil, nah jadi yang harusnya diambil adalah mengikuti yang paling lemah jadi yang paling atas bisa mengikuti, jadi game-game yang multiplatform itu harus adil dan tidak kelihatan perbedaan mencolok di berbagai console.

Ketiga keterbatasan resource, tidak menutup kemungkinan bahwa witcher lll memang, gk bisa sama spesifikasinya seperti saat E3, walaupun mungkin secara engine mereka bisa, tapi secara peran, dan berapa persen yang bisa memainkannya dengan kualitas grafik , yang ada saat E3, itu belum tentu banyak orang yang bisa memainkannya, perlu diingat mayoritas pengguna pc sendiri adalah kelas “mainstream” atau MID-END, dan pengguna flagship gpu, sebenarnya hanya beberapa “fraksi”, dari total pengguna pc, dan, data ini bisa kalian lihat di steam survey, bahwa pengguna-pengguna flagship gpu tidak banyak jumlahnya, dan kebanyakkan dari mereka adalah kelas “mainstream”, dengan gpu dan pc yang dikelas menengah, jadi, jika mereka focus terhadap game dengan grafis baik, tapi yang bisa memainkannya sedikit, jadi percuma, karena yang bisa belipun akan semakin sedikit, dan “share” mereka semakin sedikit. Yang harus mereka lakukan adalah focus ke pengguna terbanyak , yaitu mid-end, tapi dengan kualitas game dimana, grafis atau kualtasnya enginenya sendiri bisa dimanfaatkan oleh MID-END.



Kali ini developer Naughty dog gw kasih pass, apa yang mereka lakukan adalah menaikkan hype mereka, strategi marketing mereka yang secara pribadi masih bisa diterima, apa yang mereka lakukan pada ps4 adalah sesuatu yang istemewa, dari dulu mereka selalu bisa mengekstrak performa yang maksimum pada spesifikasi playstation series, apapun yang mereka lakukan adalah sesuatu yang seringkali gw gk bisa bayangkan, bagaimana mereka bisa membuat game dengan grafik bagus dan performa stabil pada ps serie, optimasi yang mereka lakukan pada ps adalah sesuatu yang gk bisa gw sangka bisa dilakukan di ps serie dengan spesifikasi yang dimiliki sistemnya pada saat itu, jadi gw bisa memaklumi downgrade dari game mereka, karena hype yang mereka lakukan pada saat rilis, walaupun ada perbedaan ambient, volumetric line, dan lightning, mapping dan sebagainya, hasil akhir game naughty dog ini ,ujung-ujungnya menakjubkan mengingat kekuatan ps4, dari jaman ps 2 judulnya Jack 2, game itu udah 60fps open world, dan tanpa loading screen, yang saat itu gw gk nyangka mereka bisa melakukan hal seperti itu pada jaman ps2, jadi buat gw mindblowing banget, jadi jack 2 itu adalah sesuatu yang jauh banget  dari kemampuan ps 2 sendiri, jadi selama ini yang mereka lakukan , game yang mereka hasilkan selalu bagus, mereka gk Cuma ngebangun hype, memang ada downgrade , tapi menurut gw , hal itu gk jauh banget , dibanding developer yang akan gw bahas selanjutnya, dan gw jujur males banget ngebahas developer selanjutnya
Nah developer ini nih, yang kenapa gw males banget ngebasnnya, dan gw rasa kalian semua udah pada tahu, developer apa yang kerjaanya ngebangun hype tinggi, terus ngedowngrade terus semua gamenya, pada akhirnya gamenya fall, ubisoft ini adalah yang paling unik disbanding yang lain, trailer game “murni’ Cuma buat marketing, semuanya itu Cuma untuk hype, semuanya terus terjadi pada semua gamenya, kelakuannya makin gila semenjak Farcry 3 , semenjak itu game-gamenya di e3 semakin buruk saat rilis, bahkan setelah e3, pertahunnya juga, jika gamenya belum selesai(masih game tahap demo) udah keliatan betapa parahnya downgrade gamenya, seperti tom Clancy the division, yang parahnya lagi downgrade yang dilakukan bukan Cuma setting grafik, tapi ada movement asset yang berubah, objeknya, poligent countnya, dan banyak lagi di downgrade , seperti jumlah AInya (bot), dan ini bisa terlihat juga di watchdogs pertama.

Makanya pas watchdogs 2 mau rilis, gw udah bilang pada orang bahwa “lo jangan ngarep bahwa , ini rilisnya akan sama persis trailernya pada watchdogs 2” dan pada ubisoft sendiri, gw gk nyebut lagi downgrade tapi tiarap-grade. Gw udah mual ama ubisoft, dan kelakuannya selama ini pada customer, ditambah lagi lu harus nginstal U-play dan maksain lu banget sebagai konsumen untuk banyak banget step yang harus lu lakukan seperti “always online” untuk ngedapettin fiturnya, ini seperti di game…., gw lupa assassin creed yang mana, Cuma lu harus onlne untuk mendapatkan fiturnya, dan kalo lo nyari developer yang gk peduli dengan konsumennya dan Cuma mikirin uang?, ya ubisoft jawabannya, dan gw ingatkan sekali lagi, kalian tuh boleh ngefans sama suatu produk, merek, atau suatu IT, tapi kenapa sih?, gk nunggu reviewnya dulu, liat final gamenya dulu, baru dibeli, karena sekarang semakin banyak orang ,liat suatu konsepnya, atau trailernya di E3, atau trailer gameplaylah, mereka langsung mikir bahwa “oh ini game bagus banget, gw bakal pre-order, nah kasarnya kayak “lu beli kucing dalam karung”, lu pre-order sesuatu yang kalian gk akan tahu sampai nanti rilis,

Jadi yang harus kalian ingat, kalian ngevoting dengan uang kalian sendiri, kalo gk ada yang pre-order, hal ini, downgrade tiba-tiba beda jauh dengan apa yang mereka umbar-umbar di e3, trailer itu gk akan terjadi, yang rugi kan kita sendiri, sebagai customer, jadi “start all by ourself”, jika kita ingin merubah dunia kita harus memulainya dari diri kita sendiri.


kenapa game sekarang jarang ada fitur split screen co-op

Gw akan ngebahas suatu topik yang menarik yaitu split screen gaming, mungkin pada era millennium yaitu era ps3, xbox one, kita sangat jarang menemui game yang menawarkan split screen mode, dimana pada jaman ps1 dan ps2 kita hampir bisa menikmati split screen mode di hampir semua game. Lalu kenapa split screen sekarang jarang ditemui? Akan kita bahas disini.


Mungkin jika berbicara dengan split screen mode, banyak anak millennium yang mungkin masih sedikit asing dengan fitur ini, atau merasa terganggu dengan fitur ini. Dimana layar terbagi 2 untuk kebutuhan permainan 2 player, tapi gw lahiran era 90-an sempet menikmati nikmatnya memainkan split screen mode bersama temen-temen gw, dan itu adalah momen yang menarik dalam bergaming sampai saat ini,dan penurunan perkembangan split screen mode ini semakin menurun setiap tahun, bahkan game-game besar yang dulu memiliki split screen mode, banyak yang menghentikkan keberadaan system co-op tersebut pada gamenya, mulai dari forza, resident evil, bahkan salah satu sang legendaris split screen HALO mematikan fitur split screen di HALO 5, bahkan COD terbaru mengurangi porsi split screen mereka, yang awalnya mendukung 4-player split screen co-op sekarang hanya 2 orang, bahkan game-game franchise baru yang memiliki genre yang erat dengan split screen co-op bahkan sama sekali tidak mensupport split screen , seperti DESTINY, OVERWATCH, PLAYERUNKNOWN dan game-game berbasis cooperative lainnya.



Kenapa? Kira-kira apa sih alasan para developer kurang memperhatikan split screen?, padahal teknologi semakin maju, tv juga semakin besar, dulu aja game dengan tv berkonde banyak yang enjoy aja memainkan split screen mode. Tapi kenapa saat teknologi sudah lebih maju, monitor yang lebih luas, spek console yang jauh lebih tinggi, tapi kenapa malah split screen co-op yang paling sering diindetikkan mengambil resource console ini, menjadi semakin minim trennya. Bukannya dicari cara efisienya tapi malah seperti dibunuh pelan-pelan. Ya walaupun banyak game besar yang sudah memikirkan untuk menghidupkan split screen, tapi rasanya masih jauh sekali untuk merealisasikan fitur split screen ini seperti saat era kejayaanya dulu.

Nah, Setelah melakukan beberapa riset gw menemukan bebera hal yang bisa menjadi alasan kenapa split screen menjadi sebuah fitur yang gak lagi menarik perhatian para publisher. Yang pertama adalah pergesaran pasar, banyak anak-anak generasi 2000-an keatas beranggapan split screen bukanlah pilihan mereka untuk bermain multiplayer, mereka lebih memilih monitor yang lebih lega, dengan player mereka sendiri dalam monitor, grafis yang maksimal, sehingga mereka mendapatkan gameplay yang maksimal bagi mereka, sehingga mereka sama sekali gk peduli dengan yang namanya split screen mode, sehingga ini menjadi salah satu acuan kenapa kenapa trennya semakin menurut dan diikuti para developer yang gk lagi memerhatikan split screen, karena dianggap udah gk laku dan Cuma buang buang tenaga buat ngebangun mode split screen. Karena tentunya para pecinta split screen co-op rata-rata sudah dewasa dan sudah berhenti main game, rata-rata ya.





Selain pergeseran pasar dan zaman, factor internet juga salah satu acuan para developer cuekkin split screen co-op. mereka menganggap online multiplayer adalah cara paling efektif dalam bermain bersama teman-teman, dan jauh lebih efisien karena player bisa langsung berkumpul dari ujung dunia ke ujung dunia hanya dengan koneksi internet, dan tentu saja para developer besar, menjadikan pasar terbesar mereka menjadi acuan pembangunan game mereka. Karena tentunya negara-negara maju sudah memiliki internet yang sangat cepat. Padahal gk sedikit juga negara yang sampai sekarang masih sulit dalam mengakses internet yang stabil untuk online multiplayer game, bahkan ada yang susah banget dapet internet doang. Tapi karena ya karena negara-negara tersebut tidak masuk dalam pasar utama bagi para developer dan publisher, ya jelas, isu tersebut bukan permasalah besar bagi para publisher dan developer game. Sehingga mereka berpikiran split screen tidak lagi cara efisien untuk multiplayer khususnya offline multiplayer.


Tapi selain dua factor yang gw sebutin tadi, ada satu alasan yang menurut gw paling komplit kenapa split screen co-op gk lagi jadi menjadi fitur utama dalam game. Yaitu KEUNTUNGAN para developer jelas pengen para player mengeluarkan uang sebanyak-banyaknya untuk game mereka. Dan ya, pastinya kalian tahu para player harus berlanganan multiplayer service tiap bulan, untuk bisa mengakses online multiplayer. Seperti ps+ dan lain-lain , lalu dengan tidak adanya split screen para player harus membeli game dan console untuk bisa bermain bersama teman-teman mereka. Dan ini menjadi Change reaction yang tidak pernah berhenti, karena tentunya kita tidak akan pernah berhenti merekomendasikan game multiplayer kesukaan kita kepada teman-teman kita untuk beli dan bermain bersama. Dan terus berlanjut prosesnya. Dan pastinya menghemat waktu dan uang dalam pembangunan game competitive mereka, karena mereka gk perlu capek-capek program AI dan lain-lain, karena playerlah yang akan memenuhi area map tersebut, jadi jelas developer jadi jauh lebih irit tapi menghasilkan uang yang lebih banyak.

Lagi-lagi gw gk menyalahkan developer yang mencari uang dengan segala halnya yang memang layak dibeli, tapi seharusnya offline dan online multiplayer seharusnya bisa berjalan beriringan, karena jaman dulupun saat kita bisa menggunakan split screen co-op mode, gw tetap membeli game tersebut dan console untuk memainkan game tersebut, dan menurut gw split screen co-op bukanlah menjadi ancaman untuk online multiplayer , karena keduanya punya porsi yang berbeda, dan ini sudah dibuktikan Nintendo dengan berbagai console mereka yang selalu mensupport split screen mode dan online multiplayer, dan terbukti penghasilan mereka tetap tinggi, bahkan pernah menjadi yang tertinggi saat Nintendo WII melawan xbox 360 dan ps3.



Jadi seharusnya fitur ini tetap menjadi fitur yang bisa dikembangkan terus, tentunya banyak yang diluar sana yang gk terlalu mikirin split screen co-op, tapi jujur gw secara pribadi kangen masa-masa dimana game banyak yang support split screen co-op, dan gk kayak sekarang, dimana gw harus gantian maen game sama temen-temen gw, saat temen-temen gw lagi maen kerumah dan pengen maen game, tapi untungnya sekarang banyak developer yang sudah peduli dengan split screen, mungkin karena mereka adalah hasil generasi 90-an yang sudah dewasa dan baru bisa bikin game, sehingga fitur-fitur ini mulai muncul kembali lewat indie game yang memberikan fitur splic screen, dan menjadi angin segar juga, dimana EA sebagai developer besar telah merilis pengumuman sebuah game yang betul-betul dedicated untuk split screen co-op lover, yaitu A Wayout,


kesimpulannya split screen akan tetap hidup tapi umurnya tergantung kalian para gamer yang peduli atau tidak peduli pada fitur split screen, jadi jika kalian peduli dengan split screen maka belilah game-game yang support split screen, dan jangan membajak game-game tersebut, supaya para developer tetap semangat dan gk kehabisan modal, jadi votelah dengan dompet kalian, karena yang menentukan arah industry game adalah kalian sendiri, jangan lupa share pada teman kalian jika artikel ini membantu kalian, dan bookmark kalau kalian gk mau kehilangan konten aneh.

Kenapa dlc bisa segila sekarang? sejarah dan peranan dlc dalam industry game

DLC JAMAN SEKARANG GAYANYA KAYA PANTAT


Oke kali ini gw bakal tentang paid DLC atau downloadable content yang berbayar, sebenarnya bahasan gw kali ini ada hubungannya dengan bahasan gw sebelumnya tentang pre-order, kalian bisa baca artikel pre-order gw di Apa itu pre-order



Oke dlc ini gw bahas dari awal/sejarah dari dlc itu sendiri, dan pengertian yang semakin lama semakin lama berubah, dlc sendiri terbagi menjadi 2, ada dlc dan paid dlc, dan dlc yang memang artian harfiahnya adalah content yang bisa di download. Tapi topik ini ngebahas dlc yang paid/dibayar, sebelum masuk topik pembahasan, kita lari dulu ke jaman dulu, jaman disaat gw masih bocah, dan internet masih make modem (50sixmodem) yang bentuknnya kayak gini.



Gw gak tahu berapa banyak dari kalian yang tahu, kalau dulu internet tuh make modem yang dihubungkan ke koneksi telepon, jadi kalau dulu kalau lu make internet, telepon tuh gak bisa dipake, jadi kalian bisa pahami bahwa koneksi internet yang make telepon itu pasti banyak masalahnya, terutama kalau kalian angkat teleponnya pas konek internet, koneksi internet kalian tuh bakal mati.

Kembali ke topik, jadi konten konten seperti paid dlc ini sebenarnya jaman dulu dikenal sebagai suatu expansion, seperti ya, bukan dlc itu expansion, tapi seperti, karena jaman dulu sulit banget dapet koneksi internet, dan developer selalu memberikan suatu update, mereka harus mengeluarkannya dalam format cd, yang dijual pada semua gamer. Jaman dulu expansion itu ukurannya sangat besar, bahkan penambahan kontennya seakan seperti perpanjanggan dari game yang baru secara total. Seperti adanya ras baru di game strategi, camp baru, dengan mechanic yang baru dan sebagainya. Jadi kalo kita omongin expansion itu, ukuran expansion itu bisa sama ukurannya sama game aslinya, contohnya itu kaya starcraft jaman dulu yang starcraft pertama keluar expansionnya starcraft brood war.



 Yang meledak dan jadi pelopor explor terbesar didunia. Expansion itu dijaman dulu kaya game sequel atau benar-benar seperti kata harfiah expansi, jadi kalo secara harfiah itu, dlc ada saat internet itu udah menyebar dan bisa diakses dengan mudah, tapi topik kita kali ini bukan tentang penjelas dlc/pengertian dlc secara harfiah, tapi pengertian bisnisnya dan perannya di industry game ini.

Garis antara paid dlc dan expansion itu sebenarnya sangat jelas. Expansion itu jauh lebih subtansial kita ngomonggin suatu tambahan yang sangat besar, sehingga memakan waktu para developer untuk menciptakkanya ,sedangkan dlc cenderung suatu tambahan konten yang sangat simple , seperti dari segi kosmetik, seperti topi, armor tambahan, kendaraan dan lain-lain yang bersifat kosmetik dan tidak menambahkan suatu bentuk campaign atau mechanic baru , ataupun segi kosmetiknnya hanya suatu reskin/skin ulang dari senjata yang udah ada/armor yang udah ada. Dan sebagainya,



Jadi jaman dulu developer itu gak bisa , maen asal ngeluarrin dlc kosmetik yang seperti sekarang, karena secara ekonomi itu gk masuk akal banget, siapa yang mau beli cd baru dengan isinya gak penting, yang isinya kosmetik doang ?, dan kita harus ke toko, pergi , hanya buat dapettin hal itu, harga yang mereka berikan juga gak bisa sembaranggan mereka gak bisa memberikan harga yang sangat murah, karena ada proses pencetakkan cd, printing, casing, sampe proses distribusi apa yang ingin mereka jual, jadi untuk lebih masuk akal, dan ngambil minat gamer, mereka harus menciptakan sesuatu yang lebih masuk akal, dan mau dibeli oleh kita para game, nah apasih yang dibeli para gamer?, seperti yang gw jelasin tadi EXPANSI, sesuatu yang memberikan gameplay yang baru mechanic yang baru agar kita semua tertarik, bukan hanya sekedar reskin dengan kita harus ngeluarrin uang yang cukup besar untuk mendapatkannya.



Setelah internet mulai tersebar, dan aksesnya semakin mudah, kalian bisa lihat perlahan, mulai muncul dlc yang sifatnya tuh kecil-kecil terlebih dahulu , expansion yang diubah menjadi dlc, seperti di game-game the sims, Cuma nambar furniture, tv set, atau keramik dan wallpaper dan seterusnya, walaupun  memang ada dari the sims yang menambahkan gameplay baru, cuman itu porsinya sangat sedikit. Dibandingkan jumlah yang mereka keluarkan hanya dengan item-item yang bisa kalian masukkan di gameplay kalian.

Dari sini  kalian bisa lihat, akan adanya tren semakin kenceng, aksen internet semakin tinggi, semakin tinggipun dlc yang ada, jadi intinya adalah distribusi, dengan internet/steam distribusi menjadi sangat mudah untuk developer, memberikan suatu tambahan bagi para gamer, dan itu artinya apa? Ya benar sekali. DUIT . Siapa yang gak suka duit?/siapa yang suka banget sama duit? . EA

.  

Nah, inilah adalah grafik milik EA, seperti yang bisa kalian disini. Ada full game download, dan extra content, itu aja 2 yang perlu kalian pahami, full game download adalah game yang sudah full rilis, yang bisa mereka jual, dan extra content , itu adalah dlc, kalian bisa lihat disini perkembanggannya, dan pendapatan yang mereka dapatkan, untuk gamenya sendiri, mereka mayoritas mendapatkan 22% dan 36%, tapi kalian bisa lihat untuk extra content/dlc yang mereka jual, pendapatan mereka itu 47 dan 24%, itu gila banget, dan kalian bisa lihat disini, full game dengan dlc yang mereka jual , pendapattanya lebih gede , dengan pendapatan mereka dari dlc,

Nah kalian bisa lihat, pendapatan dlc ini gede banget, sampe melebihi pendapatan game aslinya, jadi kalian paham kan sekarang?, bahwa dlc itu creative banget , bisnis yang membayar banget. Ngasilin duit banget, jadi kalau kalian bingung kenapa developer ngeluarin dlc mulu. Ya itu karena EA dan dibangun oleh EA , tapi gak semua developer itu rese dengan dlc, yang gw maksud rese adalah, ya seperti ini. Dulu kondisinya tuh yang ada di gambar ini.



Dulu tuh original game tuh, udah jelas banget, terus keluar expansion pack, yang pelengkap, dan memberikan rasa baru untuk pengalaman kalian, mendapatkan gameplay baru, ras baru, expansion pack yang sangat luas, memberikan kalian itu, seakan-akan adanya suatu game baru dengan universe yang ada di game aslinya, nah kondisi dlc yang ada sekarang SEPERTI INI…..

Original gamenya kaya gembel, untuk dapet full versionnya kudu beli dlc segala, yang ujung-ujungnya disuruh ngapain guys?, ya, tebak, bener, kalian disuruh beli session pass, god dammit. Kurang analogi lagi?, atau contoh lagi?, nih gua kasih dlc yang gayanya kayak pantat,



Nih perkembangan dlc yang akan gw gambarkan kepada kalian, jadi semakin lama itu semakin ancur, jadi yang semakin apes siapa?, ya, kita para gamer, gw gak mau nyebut-nyebut nama-nama developer lainnya, tapi yang gede-gede itu, bodo amat, gw gak peduli, kaya ubisoft/ea yang kelakuan ngeluarrin kaya gini, bahkan edios aja ngeluarin kayak gini, seharusnya kalian udah tahu lah, yang kaya gini siapa-siapa saja. Tapi gk semua dlc itu buruk, gw ambil contoh, game favorit gw.



The witcher lll. Ada banyak dlcnya yang gratis, mulai dari segi kosmetik, quest tambahan. Itu semuanya tuh mereka kasih dengan gratis. Terus ngeluarin paid dlc yaitu, heart of stone dan blood and wine, keduannya tuh berbayar.tapi buat gw pribadi gak masalah sama sekali, kenapa?, karena 1 dlc aja bisa kalian dapatkan gameplay 40-50 jam, bayangin dlc mereka aja nyaiingin gameplay dari full release suatu game, bahkan beberapa full release game, banyak yang jauh lebih rendah, gameplay timenya, dibandingkan dlc the witcher lll,

Jadi gak semua dlc itu buruk dalam system penjualan gamenya, jadi gua harap kalian itu gak memukul rata, hal-hal tersebut yang apa ya?, yang developer-developer itu mengeluarkan suatu dlc, karna tidak semua developer itu mencari uang, dengan cara curang, dalam menjual dlc, yang gw ingatkan lagi, dlc itu sebenarnya upaya untuk menghidupkan developer, yang asetnya bisa dibangun, selagi membangun game selanjutnya/proyek lain, jadi secara perspektif bisnis, kadang mereka memerlukan hal ini untuk menambah pendapatan mereka, itu juga, gw gak bisa salahkan, jadi, selalu ada 2 sisi dalam suatu keputusan bisnis, kecuali yang rese-rese ngeluarin dlcnnya,

Jadi pada dasarnya, yang bisa menilai apakah dlc itu worth / kagak,itu adalah kalian sendiri , apakah kalian mencintai gamenya, dan ingin mendukung developernya atau tidak. Tapi, yang harus kalian pahami, adalah secara keseluruhan, apakah dlc itu seharusnya sudah menjadi 1 dengan gamenya, dan seakan merugikan jika kalian tidak membeli dlc, itu keputusan yang kalian buat sebagai gamer, harus pinter-pinter dalam memilih, Karena apapun yang kalian lakukan , industry ini tuh sedang bertumbuh, dan industry ini selalu bervolusi, dan selalu mengikuti dengan permintaan/perubahan-perubahan teknologi, jadi kita sebagai gamer dan konsumen itulah yang memiliki peran, kemana industry ini akan berlanjut, votelah dengan dompet kalian, karena dompet kalian yang berbicara paling keras kepada developer/publisher, jadi sekian dari gua. Dan jangan lupa boomark, karena gw bakal update artikel kalo lagi mood dan kalo lagi ada ide,


Kenapa game jaman sekarang ngebosenin? apa penyebabnya? salah siapa?


Oke disini gw akan ngebahas soal industry game jaman sekarang, industy game sekarang ini mulai penuh dengan game AAA terbaru , atau bahkan game indie yang menarik, tapi dibalik itu semua, sadar gk sih kalian kalau lama-kelamaan game jaman sekarang kualitasnya gitu-gitu aja dan bikit empet, walaupun ada argument yang mengatakan mungkin karena kita udah dewasa dan udah sering maenin game, sehingga pengalaman yang kita rasakan udah jauh berbeda dibanding pas pertama kali kita maen game, sehingga kita gamer-gamer dewasa udah mulai merasakan monoton dan merasakan kebosenan pada setiap game yang kita  mainkan, argument ini bisa dibilang bener juga dan bisa dibilang gak bener juga, karena pada tahun 2010 sampai 2014 gw masih bisa menikmati keasyikkan bermain game, bahkan game rilisan 2017, jadi argumen ini ya tergantung orangnya juga. Jadi disini gw akan ngejelasin kenapa game jaman sekarang ngebosenin.
Playing time yang kelamaan

Mungkin ini karena keresahan gw terhadap beberapa game yang menjual playing time/playing hours yang lama dan mendistribusikan playing hours tersebut diberbagai portal game tersebut sebelum perilisan game tersebut, bisa dibilang hal ini adalah sebuah strategi yang cerdas, karena dengan memberikan playing time yang lama/mempromosikan playing time yang lama, akan banyak player yang beranggapan kalau game tersebut layak dibeli apalagi dengan harga full price, buat yang belum tahu apa itu playing time, playing itu adalah hitungan angka persentase penyelesaian sebuah game yang bisa kita lihat pas gamennya tamat/di save-an gamenya/bahkan di menu.

Jika berbicara tentang hal-hal playing time, gw sangat setuju jika apapun yang kita lakukan seperti side mission , main mission lalu mengumpulkan barang-barang, atau bahkan menyelasaikan puzzle-puzzle bahkan misteri bisa menjadi sesuatu yang menarik untuk dilakukan dan membuat kita menjadi semakin tahu tentang jalan cerita/dunia game yang kita mainkan, karena tujuan dari side thing dari suatu game selain main mission, ya, memang bertujuan Seharusnya bertujuan untuk memperdalam pengetahuan kita tentang dunia game tersebut/bahkan mengenal character-character sampingan pada game tersebut sehingga pada angka persentase 100% akan kita benar-benar paham tentang game tersebut, masalahnya hal-hal yang seharusnya membuat kita semakin mendalami dunia game, justru menjadi metode untuk memperpanjang durasi suatu game, supaya game tersebut terkesan sangat lama, sekaligus tahan lama untuk dimainkan, memperpanjang game sih sah-sah aja, masalahnya  elemen-elemen untuk memperpanjang durasi game menjadi sangat PARAH dan terkesan MAKSA, dan bahkan gak penting sama sekali, Cuma bikin capek kepala sama jari gw, dan bahkan sengaja item side mission dan item gk penting lainnya disebar diseluruh map, dan menjadi sampah di sebuah map, dan secara impulsive kita secara sadar gk sadar ingin sekali membersihkan icon tersebut dari sebuah map, dan memberikan rasa kepuasaan semu, ya karena setelah nyelesaiin , kita Cuma dapet angka presentase doang.
SELAIN DURASI, GAMEPLAY JUGA PENYEBABNYA.
Nah kita ambil beberapa study case/bahan pembelajaran yang dimana seharusnya kalian semua kenal contohnya shadow of mordors, kalian inget gak?, saat kita harus ngumpullin berbagai artefak yang tersebar di seluruh map, dimana kita harus manjat-manjat untuk Cuma dapetin artefak tersebut dimana tujuannya sama sekali gk signifikan sama jalan cerita. Jadi tujuannya apa? Ya itu, manjang-manjanggin durasi game.
Ingat lagi assassin creed unity, dimana kita harus ngumpullin creed yang  dimana isinya nama-nama yang unik dan item yang keren yang ujung-ujungnya Cuma jadi uang, bahkan kita harus punya aplikasi androidnya untuk ngebuka semua peti, bahkan capture fort/link of faith point yang ikonik namun tidak lagi menjadi hal yang menarik karena gak pernah di kembangkan oleh ubisoft dan akhirnya jadi monoton banget, tujuannya apa? Ya sama , manjang-manjanggin durasi juga.

(Mafia lll)
Inget juga gak sama mafia lll? Dimana lokasi pembersihan musuhnya dibuat berkali-kali kita disuruh ke lokasi yang sama? tujuannya apa? iya, sama juga tujuannya manjang-manjanggin durasi game tersebut, dan tentu itu semua hasil kerja rodi para developer yang disuruh ngejar tanggal perilisan oleh para publisher biadab yang kebanyakkan publisher barat, termasuk konami yang dari jepang juga.


Bayanggin deh, sebuah hal yang gk penting penting amat, tapi dijadikan suatu hal yang rese yang diproyeksikan lewat angka presentase, yang bikin kita pengen banget ngejar angka penyelasaian 100%, yang tentunya playing hours game tersebut jadi panjang sekali tapi gk ada point atau pointless banget, kita ambil study case lain, bisa kita lihat farcry yang tempat-tempat cratenya mirip-mirip dan setelah kita buka kebanyakkan isinya adalah sampah yang nanti bisa kita convert dan jual jadi uang di game tersebut, yang tujuannya sangat semu, yaudah itu, lu loncat-loncat , keluar-masuk goa Cuma buat dapetin uang, dan banyak game game lain, yang cara dapettin duit di gamenya kerjanya semu semua, Cuma ngambilin barang kaya thief/maling dan lain-lain.


(Witcher lll)
Dari banyak game yang jadi study case negative ini ada juga study case positif, yang jadi gambaran buat kalian dan perbandinggan bagi kalian juga, agar kalian tahu mana yang bagus mana yang kagak, menurut personal opini gw, beberapa diantaranya ada yang bagus contohnya the witcher 3, yang kebanyakkan itemnya berguna untuk perjalanan kita, dan bukan jadi uang doang, ada final fantasy juga, ada juga batman dimana semua side missionnya sangat menarik dan membuka interaksi baru terhadap character musuh/kawan di game tersebut.


(Yakuza)
Lalu ada berbagai game jepang kayak yakuza, dimana setiap side missionnya rata-rata memberikan nilai moral dan pendalaman character yang menarik, lalu ada watchdogs 2 juga, yang membungkus elemen sampinggan menjadi lebih menarik, seperti biasanya Cuma ngaterin orang-orang kaya supir , disini kita dibuat kaya supir uber dimana penumpangnya maunya aneh-aneh, dan menjadi suatu hal yang menarik untuk dijalankan dan tentunya banyak game sempurna lainnya, itu baru contoh game-game yang bagus yang membuat berbagai side mission yang penting/ side thing yang banyak, tapi pointnya banyak banget, nilainya banyak banget,  jadi membuat kita jadi tertarik maen side missionya, dan itu baru cara yang sah untuk memperbanyak playing time game tersebut.


Jadi dari point pembahasaan kali ini adalah jangan termakan dengan suatu developer terkenal yang mengeluarkan game baru dengan playing time lama, sebenarnya kacaunya playing time di game tersebut merupakan karena keresahan para player yang suka berkomentar kalau game yang layak dibeli itu, ya game dengan playing hour paling lama, dan inilah membuat para publisher besar menjadi merasa tidak aman dan tidak percaya diri jika mengeluarkan game dengan playing yang sebentar dan padat, karena bisa di analogikan jika sebuah game yang bisa diselesaikan selama 3jam bisa menjadi 15 jam jika memang mengerjar persentase 100%. Yang kebanyakkan misinya dari game-game yang gw sebutin itu misinya gk penting-penting amat dan achievmentnya gk penting sama sekali.

Dimana ini salah para player juga yang menuntut playing hours yang lama, sedangkan publisher harus ngejar tanggal rilis, untuk mengatur budget mereka, jadi keduanya memiliki peran yang sama dalam industry game, para player seharusnya gk nuntut playing hours yang lama, para publisher juga salah karena masukkin side-mission yang gak penting , ya salah juga, ya jadi seharusnya para publisher membuat pertemuan dengan para player, agar tahu game yang player mau itu game kayak gimana.


Ya, tadi itu adalah keresahan pribadi gw, kenapa di era millennium ini, dimana genre yang open world yang seharusnya bagus banget, dan sekarang jadi genre yang mengerikan banget bagi para player dan para publisher tentunya.

STOP PRE-ORDER GAME!! INI DAMPAKNYA

Disini gw akan ngasih tahu kenapa kita harus menghentikkan pre-order, sebelumnya bagi kalian yang belum tahu apa itu pre-order bisa baca artikel gw yang ini Penjelasan pre-order. mari kita mulai pembahasannya.

Pre-order merupakan cara kita agar bisa mendapatkan game tersebut tepat saat rilis, namun apa dampak buruknya pre-order itu?

1. Ngebuat developer gk tahu diri
Kenapa gk tahu diri? karena mentang-mentang udah banyak yang pre-order game mereka, mereka jadi seenak jidat downgrade grafiknya, kenapa begitu?, jawabannya 1. mendapat untung sebesar-besarnya, kenapa saya bilang begitu? karena udah dapet untung/balik modal dari pre-order jadi mereka downgrade game mereka agar uangnya bisa mereka pake buat projek lain dan yang pastinya bakal di downgrade juga, peryantaan saya ini bukan tanpa sebab, jika kalian yang pernah main watchdogs pasti tahu bedannya grafik di trailer dengan di gamenya sendiri, dan naasnya mereka melakukan downgrade kepada watchdogs 2 juga. dan ya. watchdogs 2 langsung kehilanggan pemain yang signifikan dalam waktu 2 minggu.

2. Pre-order itu gk ada gunanya
Kenapa saya bilang begitu? simpel. kalian yang pernah pre-order pasti tahu apa yang akan kalian dapatkan jika pre-order. ya. DLC/konten tambahan, ini merupakan strategi marketing developer agar kita para player tertarik pre-order game mereka. lalu kenapa saya bilang gk ada gunanya?, ya itu. dlc/konten tambahannya gk penting-penting amat. cuma aksesoris, kaya baju, topi, kostum. jika dlcnya worth it kaya new storyline sih gak masalah, tapi kalo cuma aksesoris buat apaan? kecuali kalo game yang kalian pre-order adalah the sims ya worthlah , kan disana emang penampilan yang utama, nah kalo game yang di pre-order call of duty buat apaan? lu mau perang make baju pesta?. mendingan tu duit pre-order lu beliin indomie buat sekampung lebih berfaedah.
 Emang sih itu hak kalian mau pre-order atau kagak. tapi lebih baik kalian beli gamenya pas udah rilis dan lihat reviewnya dulu daripada kalian menyesal karena gamenya gk sesuai ekspetasi. dimana dengan kita gk melakukan pre-order kita akan membuat developer sadar diri dan membenahi game mereka. ibaratnya kaya lu buka restoran bulan pertama restoranlu rame bulan kedua sepi, nah pasti lu bakal berbenah diri dan mengecek apa ada kesalahan dalam restoranlu sehingga gk ada yang mau beli. nah para developer juga bakal begitu.

 contohnya game specs op line itu adalah game yang gk pernah disambut tapi memiliki gameplay,
storyline dan grafik yang ajib. ya emang sih developernya rugi buat tu game. tapi karena yang pre-order game mereka sedikit, mereka jadi sadar diri dan berbenah diri sehingga melahirkan game yang ajib dan selalu dikenang di ingatan para player. jadi mau pre-order atau kaga is up to you, is your money, tapi sebaiknya pre-order game yang udah kalian yakini tidak akan mengecewakan.

Kenapa no man's sky mengecewakan , review game famous salah harga.

Ok, disini saya akan mereview game yang terbilang sangat famous dan ditunggu perilisannya oleh para player di seluruh dunia, game yang "katanya" menjanjikan atmosfer baru dan gameplay yang baru, dimana itu semua bisa dilihat dari trailernya yang memukau, tapi ternyata setelah rilis , game ini tak lebih dari sekedar sampah. kenapa begitu?
Grafik yang hancur dan sebanding dengan harganya
Kenapa saya bilang begitu? karena bisa diliat dari gambar di atas , grafiknya jauh sekali dari kesan indah seperti yang mereka janjikan di trailernya , grafiknya sendiri terkesan kaku dan ngeblur banget menurut saya, seharusnya game dengan kualitas grafik segini , ga pantes di pasang harga diatas 500 ribu rupiah , dan harga itu pas diawal rilis. saya tahu buat game itu susah, tapi seharusnya harganya tu ga segini, karena ini namanya gk tahu diri, mereka dengan berani mengeluarkan produk dengan kualitas seadanya tapi dengan harga semahal game assasin creed series/final fantasy.

Gameplay yang monoton dan standar
Sebenarnya gameplay yang mereka janjikan dengan kenyataan bertolak belakang banget, mereka menjanjikan gameplay yang fresh , yang bikin adiktif, mereka mejanjikan gameplay dimana kita bisa ekspor planet layaknya mass effect , tapi kenyataanya yang katakan hanya omong kosong belaka, dimana kita main di game ini cuma berasa kaya jadi tukang kebun dimana kita memang bebas mau ancurin apa aja disini, dan item yang kita ancurin bisa digunakan untuk dijual di craft, tapi ya itu, kalian disini cuma gitu - gitu doang.
Jumlah planet yang bisa dikunjungi banyak tapi gk ada gunanya
Kalian lihat banyaknya bintang di gambar diatas, semua bintang itu berisi 5-6 planet yang bisa kunjungi dan semuanya unik dan berbeda, tapi ya gak ada gunanya, karena kalian mau ke planet manapun kalian gak akan ketemu orang/alien jadi kalian sendirian terus, kaya main minecraft tapi minecraft jauh lebih baik dari ini karena ada kita bisa summon orang dan pet, tapi disini gk bisa, dan sampe sekarang gw bingung apa inspirasi yang buat game ini, karena di game ini kita benar-benar sendirian kecuali, kalian ke port penjualan akan ketemu alien yang wujudnya cuma kaya game eroge dimana cuma kaya gambar alien dengan teks dibawahnya,
Seperti yang kalian lihat gk ada alien di gambar tersebut tapi cuma ada gambarnya, mirip banget ama eroge jepang, bedanya disini bahasa yang mereka gunakan bahasa alien dan bisa terjemahkan jika kita menemukan cukup kamus bahasa alien yang tersebar di game ini, kaya maen tomb raider , gameplay gak ada yang fresh/yang baru ini cuma kaya versi modernnya farming simulator, saya main ini 2-3 jam udah bosen dan berhenti main. karena ya itu, kita di game ini sendirian, sebenarnya tujuan tokoh game disini tu apa? ekspor galaxy buat nyari planet baru untuk di tinggali manusia? itu sih masih mending , masalahnya disini gk ada yang namanya storyline , kita disini cuma ngiterin galaxy yang luas cuma buat farming dan jual item yang kita temukan.
Combat sistem yang seakan gk ada gunanya
Sejauh ini yang saya lihat , yang menarik disini cuma dimana kita bisa engage/melawan kapal musuh yang bisa temui di daerah tertentu, tapi ya itu, yang bikin game ini nol besar, kapal musuh ini gak akan pernah nyerang kita/base kita jadi seakan kita upgrade camp/pesawat gk ada gunanya kalo gk bakal diserang juga, untuk mengendalikan pesawat saat combat/engage juga susah banget dan terkesan kaku dimana kalian bakal kesulitan buat nengok ke segala arah dan terasa berat banget pas mau nengok, ya mungkin itu developer mencoba memberika pengalaman realistis dimana memang didunia nyata belokkin pesawat itu susah, tapi masalahnya itu gk cocok di game ini, dimana musuh sangat gesit dan cepat dalam bergerak, bagaimana caranya kita menyerang mereka jika kita tidak bisa membidik mereka? karena buat nengok aja susahnya minta ampun, jadi disini lu kalo ketemu lebih dari 2 pesawat sudah dipastikan kalian akan mati konyol.
Ringkasan
Kalau ditanya apa game ini worth it untuk dibeli,
Jika kalian adalah orang yang suka game eksplor murni tanpa storyline dan bisa pergi ke galaxy manapun mungkin layak dicoba.
dimana sebenarnya galaxynya gk terlalu banyak , bukan berarti sedikit tapi karena terbatasnya yang bisa kita lakukan di game ini, buat saya harga 570 ribu itu gak worth banget, buat game dengan kualitas kaya gini, dengan uang segitu kalian bisa dapet game yang lebih berfaedah, berbobot, dan bermanfaat. dibanding game ini. jadi saran saya kalau mau beli mendingan tunggu harganya dikisaran 50-100 ribu rupiah kecuali kalian sultan. kalau ditanya ini game bagus apa kagak, saya akan jawab kagak, karena akan bohong besar jika bilang ini bagus.dengan yang disediakan game ini.
sekian dan terima kasih

Bikin subtitle lagi

Ya, masih ketemu dengan blogger cacinggan , disini ane bakal cerita suka duka bikin subtitle film killjoys
Sebelumnya ane udah lama gk bikin subtitle dan ini adalah subtitle pertama ane setelah sekian lama,
Pada awalnya ane bikin subtitle karena mau nyoba sofware Aegisub, dan lumayan mudah makenya, Dan juga ane denger-denger ini film subtitle belum lengkap (bukan berarti mau ane lengkapin).
Kesannya saat bikin subtitle film ini agak bingung karena ane bikin subtitle season 3 episode 5 yang Bikin bingung adalah ane sama sekali gk tahu alur ceritanya dan istilah dalam film ini jadi cukup bingung 😟
Untungnya wifi di sekolah hidup jadi bisa goggling 😃 walaupun ane goggle translete bukan berarti sub ane isinya translete semua, ane review dan perbaiki translete goggle, karena tau sendirilah goggle translete kadang ngaco, dan sukur-sukur subtitlenya selesai dalam waktu 5 hari , lama ya? banyak tugas ane cuy, langsung sedot aja di Subscene

Bandingin film Om Jason ama Om Myers Mhanks

Abis nonton film hallowen tempatnya om myers berak si. Pertama kali nonton filmnya si myers
Sadis juga ni film , Om jason mah lewat sadisnya. Tapi ni film kek film om jason ada adegan netnot.
Yang beda kalo si myers orang lagi seru serunya netnot dibacok
Kalo om jason di tontonin dulu netnotnya ampe kelar baru dibacok, hm..... beda orang beda rasa